Hening

“Dalam hening ada damai

Damai ingin diraih hati
Namun pikiran enggan berdamai dengan hening

Karena hening menyiratkan sendiri
Dan sendiri identik dengan sepi

Padahal DIA hadir dalam hening
Jadi sepi hanya ilusi

Dan manusia senantiasa tak sendiri”

Saya tidak tahu tulisan di atas masuk ke kategori apa. Sebuah lintasan pikiran dalam sepersekian detik, ketika mendadak ada sebuah keheningan menyergap di antara bunyi mikrolet, bajaj, dan teriakan orang lalu lalang di jalan samping rumah. Jaman dahulu kala saat masih kecil (jadul abis), saya diberitahu bahwa awkward silence seperti itu adalah pertanda ada makhluk gaib yang lewat 😮 Tapi sekarang, setelah kebanyakan nonton berbagai tayangan film horor, termasuk The Sixth Sense dan The Ring (*hiiiiiii…atuuuuut), dan sudah yakin bahwa dimensi gaib selalu ada bersama kita (hanya kitanya yang tidak ‘sadar’), postulat tersebut jadi tidak berlaku.

Karena sudah tidak punya postulat yang bikin saya celingak-celinguk saat terjadi keheningan aneh seperti itu, saya menganggap momen itu sebagai penanda untuk menarik nafas panjaaaaaaang….. lalu membuangnya perlahan sambil menikmati ketenangan sesaat.

Dan, tetap saja saya masih belum tahu tulisan tersebut masuk kategori apa. Tapi, setelah dipikir-pikir…..apa pentingnya untuk tahu kategorinya apa? Well, just a thought.

Leave a comment

Filed under Contemplation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s