Terkejut

Kemarin saya diundang oleh BEM FEUI (Badan Eksekutif Mahasiswa) untuk bicara tentang tulis-menulis. Acara ini merupakan salah satu program pengembangan internal yang dilakukan divisi SDM, yang ingin menginspirasi teman-teman di BEM untuk lebih produktif lagi menulis. Yang ada di bayangan saya ketika mengiyakan undangan adalah: datang setengah jam sebelum acara, dengerin pembukaan dari panitia, ngomong dan sesi tanya jawab, trus pulang. Selain apa yang diberitahu panitia (Garin) bahwa peserta yang sekitar 70 orang pakai dresscode batik, saya tidak punya ekspektasi dan bayangan lain tentang acara dan pesertanya, selain bahwa itu adalah acara yang diselenggarakan mahasiswa untuk mahasiswa.

Ketika datang, panitia memberi selembar kertas berisi rundown acara, dan saya pun dibuat terkejut dengan apa yang saya baca pertama: “Menyanyikan lagu Indonesia Raya.” Oh, boy! Saya cinta sekali dengan negri ini, tapi itu bukan berarti saya pede dengan kemampuan diri sendiri menyanyikan lagu kebangsaan, yang terakhir kali dilantunkan oleh saya adalah saat wisuda belasan tahun yang lalu! Pandangan langsung saya arahkan ke kolom PIC yang akan memimpin acara tersebut, dan saya pun mengembuskan nafas legaaaaaaaa ketika melihat saat itu mikrofon masih dipegang oleh panitia 😀

Setelah bisa tersenyum, baru saya membaca lebih detail, dan kembali dikagetkan ketika melihat di akhir acara ada pemilihan peserta dengan baju terbaik. Mungkin ini hal yang biasa, tapi karena saya nggak punya ekspektasi teman-teman BEM bisa sekreatif ini (he..he.. sorry guyzzz….., nothing personal), saya jadi kaget dong. Dan ini bukan hal terakhir yang bikin saya kaget. Teman-teman BEM juga menerapkan sistem reward-n-punishment yang konstruktif dan menarik bagi para anggotanya, yang merupakan salah satu faktor penentu dalam menghadirkan jumlah peserta yang memadai; kehadiran anggota akan menambah poin bagi divisi di mana mereka berada, dan mereka yang tidak hadir diberi hukuman membuat sebuah puisi, yang nantinya akan diikutkan ke sebuah lomba yang memang akan diadakan dalam waktu dekat….. jadi hukuman ini sama sekali jauh dari kesia-siaan.

Selain terkagum-kagum dengan kreativitas teman-teman BEM FE, bagi saya pribadi, sesi itu sangat menarik karena saya seperti mengingatkan diri sendiri untuk rajin-rajin menulis 🙂 Saat mengucapkan kalimat-kalimat berisi ajakan untuk menulis, atau mengenali komponen-komponen saat menulis, saya merasakan sebuah gejolak dalam jiwa. Dan ketika kalimat berikut meluncur dari mulut saya, “…yang penting dalam menulis adalah disiplin…”, saya merasa ada satu kepribadian di diri saya yang pipinya memerah karena malu, duduk diam dengan kepala menduduk seperti sedang diceramahi dan dilucuti,…. pastinya itu si Clio! Ha..ha… tau rasa!

Di akhir acara, kepala saya sudah tidak sabar untuk membenahi plot, menumpahkan isi kepala, dan menyelesaikan hutang-hutang tulisan yang menumpuk, mulai dari buku, blog, jurnal, hingga memutuskan apa moto utama hidup saya…. >> yang terakhir ini juga terinspirasi oleh pemandu acara yang kreatif, yang meminta peserta yang bertanya untuk memperkenalkan diri dengan nama, tanggal lahir, dan moto hidup….. Walaupun pemandangan teman-teman penanya tergagap menjawab adalah hal yang menghibur, pertanyaan itu ikut memicu saya untuk berpikir tentang apa prioritas terpenting dari sekian banyak nilai-nilai yang saya anut dalam hidup.

Terima kasih kepada teman-temang BEM FEUI, yang mengingatkan saya bahwa mahasiswa (dan semua manusia pada umumnya) bisa sangat kreatif kalau memang mau berusaha untuk itu. Semoga semakin banyak acara-acara kreatif lainnya dari anak muda bangsa ini……Dan semoga, apa yang disampaikan kemarin tidak hanya bermanfaat untuk saya, tapi juga untuk mereka yang mendengarkan.

Anyway, kenapa saya jadi melankolis gini ya? Is it perhaps because I miss my time in campus? Well, kalau ingat berbagai acara nongkrong sama teman-teman sih memang jadi kangen, tapi kalau ingat tugas-tugas dan ujian-ujiannya, “Tidak, terima kasiiiiiiiih….” He..he…

4 Comments

Filed under Clio talks...

4 responses to “Terkejut

  1. terima kasih juga untuk mba Clio yang mau repot-repot berbagi dengan kita, seriously, saya baru ngerti what “love” really means from your answer on the Q&A sessions. sekarang saya jadi ngerti what does it means finding/doing what you love. sukse untuk novel-nya mba. salam hangat dari seluruh fungsionaris BEM FE UI

  2. Terima kasih Mba Clio Freya atas inspirasinya yang luar biasa buat saya dan teman-teman BEM FEUI lainnya. Semoga bermanfaat buat kami semua. Saya jadi pengen sering-sering nulis juga. Hehehe. Izin share di Tumblr saya ya, Mba.. Makasih.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s