Monthly Archives: March 2010

Kelahiran ‘Eiffel, Tolong!’ – Kent

Untuk yang penasaran saya dapat inspirasi tokoh Kent darimana, ini ceritanya (*love… Kent… love… Kent).

Dari dulu, hobi saya adalah… mengkhayal… Mungkin saking banyaknya membaca buku kisah petualangan Lima Sekawan, Trio Detektif, Tintin, Hardy Boys, Nancy Drew, de el el, jadilah saya merasa hidup saya sangat membosankan (bangun pagi-mandi-sekolah-tidur siang-bikin peer-belajar, nonton tv, tidur malam). Akhirnya saya menciptakan ‘dunia’ saya sendiri, di mana ada orang-orang nekat dan nyeleneh sebagai lawan bicara.

Kebiasaan itu berlangsung mulai dari saya SD, namun ceritanya masih sangat acakadut—setiap kali berbaring dan akhirnya terbawa pikiran sendiri, tokoh yang saya perankan berbeda-beda; kebanyakan saya ‘masuk’ ke dalam buku yang baru saya baca dan hanya jadi tokoh tambahan di cerita-cerita itu. Saat SMP, entah bagaimana, khayalan saya mulai terarah. Saya mulai memikirkan sesuatu yang lebih ‘permanen’, yaitu menjadi anggota keluarga lain yang isinya mata-mata semua (di umur2 SMP ini, saya lebih terobsesi jadi detektif dan mata-mata daripada sekedar petualangan biasa).

Dan suatu hari, keajaiban itu terjadi….. seorang pemuda pirang yang kerennya mau mampus (*excuse my language :p ) muncul di mimpi saya, sedang mengetok pintu pagar. Uuurrgggh… sometimes I wish I never woke up from that dream 🙂
Mimpi itu sangat singkat: hanya seorang pemuda pirang mengetok pintu pagar—super jauh dari romantis. Tidak ada kata-kata, hanya pemuda pirang mengetok pintu pagar (*yes, I’ve said it three times already, but I just feel the need to repeat that boring line). Dan di mimpi itu, saya tahu namanya adalah Kent.

Tahu darimana? Gee, I don’t know… and I don’t care, really
For me, it’s enough to know that his name is Kent. And he is the most beautiful creature I’ve ever seen.

Jadilah semenjak saat itu, saya punya pacar khayalan :p Ya..ya..ya.. sangat kekanak-kanakan dan seperti terkena gangguan jiwa, tapi tetap saja mengkhayal jalan teruuuus….

Begitu ceritanya… singkat, padat, nggak penting… 🙂 but he stays in my mind ever since.

19 Comments

Filed under 'Eiffel Tolong!'

Kelahiran ‘Eiffel, Tolong!’ – Intro

Tidak pernah terpikir sebelumnya kalau suatu hari saya bisa punya sebuah karya yang diterbitkan Mengarang sama sekali tidak pernah menjadi pelajaran favorit saya—bahkan saya cenderung sebal kalau harus mengarang. Dan untuk lebih mempertegas hal itu, dengan ini saya mengaku bahwa nilai mengarang saya tidak pernah lebih dari 7 :p

Karena banyak yang menanyakan ihwal buku Eiffel, Tolong!, akhirnya saya pikir ada bagusnya juga kalau kisah di balik penulisan buku itu dituliskan. Saya bukanlah seorang ‘jagoan’ dalam menulis. Kata-demi-kata tidak mengalir dengan mudah, indah dan puitis seperti pujangga, tapi tersendat-sendat dan kadang bikin frustasi—pada saat-saat seperti itu, saya hanya mengandalkan doa supaya diberi kelancaran, dan pantang menyerah. Dan setelah pada akhirnya dua buku saya diterbitkan, saya hanya bisa mengucap syukur ke hadirat-Nya.

Satu hal yang saya pelajari sepanjang perjalanan menulis ini adalah: anything is possible, tapi semuanya tergantung pada usaha kita dan kehendak yang Maha Kuasa.

Jadi, untuk teman-teman yang ingin menulis, lakukan saja
Kalau sudah berusaha yang terbaik dan naskah sudah jadi, kirimkan saja ke penerbit.

Kalau naskah teman-teman diterima dan diterbitkan, saya ucapkan selamat.

Kalau tidak, saya pun tetap akan mengucapkan selamat; karena bagaimanapun juga, teman-teman sudah berhasil melahirkan sebuah karya lewat usaha yang terbaik. Percayalah selalu bahwa pintu lain akan terbuka, sebagai penulis atau bukan penulis.

Tanpa bermaksud menggurui, selamat menulis untuk teman-teman yang ingin melakukannya …. Dan selamat membaca untuk semua.

5 Comments

Filed under 'Eiffel Tolong!'